Spiga

Memilih Bisnis Jaringan

Di sekitar kita saat ini lagi menjamur bisnis jaringan, kesuksesan seseorang di bisnis ini ditentukan oleh langkah pertama, yakni ketika memilih jenis bisnis jaringannya. Banyak orang terjun ke bisnis jaringan tanpa tahu persis apa yang harus dilakukannya. Tak sedikit dari mereka masuk ke bisnis jaringan hanya karena tidak merasa enak untuk menolak ajakan teman, kenalan, atau kerabat. Ada juga yang sekedar coba-coba atau untung-untungan belaka. Ada juga yang serius menekuni bisnis jaringan, tapi gagal. Bahkan, ada pula yang cukup lama menekuninya, namun posisinya begitu-begitu saja.

Ada tujuh petunjuk untuk memilih sebuah bisnis jaringan agar kita bisa sukses ke depannya antara lain:

Track Record
Hal pertama yang harus diketahui adalah siapa pemilik perusahaan. Ketahui juga siapa pendirinya, bagaimana track record mereka, pernahkah mengelola bisnis jaringan, berapa banyak orang yang pernah ditanganinya, dan apakah dia sukses di bisnis tersebut. Pilihlah perusahaan yang dipimpin oleh presiden perusahaan atau yang punya pengalaman dan keahlian menjalankan perusahaan besar. Faktor yang tak kalah penting adalah meneliti financial history perusahaan. Mengetahui hal ini, Anda juga bisa meraba-raba apakah perusahaan tersebut di dukung oleh modal yang kuat. Periksa juga apakah mereka merupakan pembisnis jaringan yang taat membayar pajak.

Tim Manajemen
Pilihlah perusahaan dengan tim manajemen yang profesional dan benar-benar ahli dalam hal network marketing. Pilihlah perusahaan jaringan yang sistem administrasinya telah dikomputerisasai dengan baik, dilengkapi dengan teknologi mutakhir, sehingga Anda bisa menjalankan kemitraan dengan efektif dan efisien. Soal komisi, pastikan Anda tahu kapan itu dibayarkan. Cari tahu secara pasti bagaimana sistem pembayaran komisi atau bonus-bonus, apakah dibayarkan langsung dalam bentuk cash atau berupa vocher pembelian produk kepada perusahaan. Pilihlah bentuk-bentuk bonus yang nenurut Anda paling menguntungkan.

Mutu Produk
Perhatikan perusahaan jaringan yang legal harus menyediakan produk atau servis yang bisa dijual secara eceran dan memang diecerkan. Untuk meneliti ini, jangan gunakan sudut pandang distributor, gunakan sudut pandang konsumen, apakah mereka mau membel produk itu. Perhatikan betul apakah produknya begitu menarik dan berharga, sehingga tanpa ada business opportunity pun Anda berminat membelinya. Apakah produknya cepat habis dipakai, gampang dipesan ulang oleh pelanggan, harga bersaing, jenis tidak sedikit, siapa segmen konsumennya, bagaimana pengembangan risetnya, dan apakah ada jaminan kepuasan kepada konsumen.

Harga Produk
Hati-hati dengan produk yang dijual dengan harga ‘inflasi’ alias overpriced. Para pemula biasanya sangat gampang tergiur oleh besaran selisih antara harga distributor dengan harga konsumen. Pertanyakan bagaimana penetapan harga tersebut. Jangan terkecoh dengan berbagai kamuflase produk piramid yang sulit dideteksi oleh para pemula. Kadang sistem piramid menawarkan star-upline kit yang murah sekali, tapi pada tengah-tengahnya memaksa Anda membayar produk-produk mereka, bayar biaya training, atau alat-alat demonstrasi lainnya dengan harga sangat mahal.

Marketing Pla
n
Perhatikan cara bisnis jaringan mempromosikan business opportunity dan compensation plan-nya. Periksa betul, realistiskah proyeksi-proyeksi pendapatan yang ditawarkan oleh orang yang mensponsori Anda. Jangan pernah percaya bahwa suatu marketing plan bisa memberikan kekayaan secepat kilat tanpa melakukan aktifitas apa pun. Di situ Anda bisa masuk perangkap sistem piramid atau money game. Kalau bisnis jaringan hanya mempromosikan kesempatan bisnis, alias produknya adalah kesempatan bisnis itu sendiri, maka kecenderungannya adalah piramid. Hindari bisnis jaringan yang memberi komisi terlalu tinggi untuk recruitment anggota baru. Bisnis jaringan legal mendasarkan sistem kompensasinya pada penjualan produk, bukan recruitment anggota. Bisnis jaringan yang baik biasanya menyediakan marketing plan yang memungkinkan sebanyak mungkin orang mencapai posisi puncak.

Pembinaan Distributor
Sebelum bergabung, bertanyalah sebanyak-banyaknya, kepada calon upline. Selidiki apakah dia mau menyediakan waktu yang cukup untuk Anda. Selidiki apakah dia cukup berpengalaman dan berpengetahuan luas mengenai bisnis ini. Dan tentu saja, pastikan kalau dia bersedia membantu Anda. Selidiki, apa saja program-program pelatihan yang diberikan perusahaan tersebut. Bisnis jaringanyang baik pasti menyelenggarakan program-program pelatihan secara terus-menerus melalui support sytem. Carilah perusahaan bisnis jaringan yang bisa menunjukkan contoh-contoh kesuksesan distributornya, dan bagaimana mereka meraih keberhasilan itu.

Filosofi Perusahaan
Pastikan Anda merasa cocok betul dengan filosofi perusahaan tersebut. Ada perusahaan-perusahaan jaringan yang memiliki visi dan filosofi bisnis sangat bagus. Mereka sungguh-sungguh ingin mensejahterakan member dan menjalin kemitraan selama mungkin. Ada pula yang mengutamakan filosofi menolong sesama dan memberikan pelayanan terbaik bagi siapa pun. Apa motif perusahaan jaringan itu dibangun, harus Anda pahami betul. Pastikan apakah perusahaan itu memilki visi untuk terus membesarkan diri bersama-sama para member. Jangan memilih bisnis jaringan yang tidak memiliki visi jelas atau sekedar mencari keuntungan sesaat. Dalam sejarah bisnis jaringan, banyak sekali perusahaan berguguran karena tidak memilki tujuan pasti, kecuali meraup keuntungan di atas kesengsaraan orang.



Bagi yang belum punya account PayPal silahkan daftar disini: