Seseorang yang tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang sesuatu, tetapi mempunyai pikiran terbuka, akan memercayai kemungkinan apa pun. Karena, bagaimana mungkin dia bisa meragukan sesuatu yang tidak diketahuinya?
Mereka masih lebih terbuka untuk mempelajari hal-hal baru, yang mungkin saja sebetulnya juga merupakan sesuatu yang baru bagi yang sudah berpengalaman.
Mereka menyambut pembelajaran dengan ramah, lebih cepat, dan lebih bersemangat daripada mereka yang telah berpengalaman.
Tidak seperti orang yang telah sering mengalami kesulitan dan kegagalan dalam sebuah bidang usaha, para pemula tidak memiliki rasakhawatir atau rasa takut yang sama. Atau bahkan mungkin mereka sama sekali tidak merasa khawatir atau takut.
Bila mereka gagal mencoba sesuatu, mereka tidak melihatnya sebagai kegagalan. Mereka selalu melhat dirinya yang belum bisa, yang belum ahli; sehingga kegagalan hanya menjadi tanda untuk memulai lagi dengan pendekatan yang lebih baik, tanpa berkecil hati.
Itu sebabnya mereka mencoba apa pun.
Dan karenanya,...
Keberuntungan lebih berpihak kepada yang kurang pandai tetapi banyak mencoba, daripada kepada mereka yang pandai tetapi tidak bertindak.
Pada saat orang-orang yang berpengalaman menolak cara-cara baru dengan kalimat-kalimat yang diawali dengan kata:
“Biasanya...”,
Para pemula akan mengatakan:
“Ooh...., begitu ya caranya?”
Dan dengannya mereka menjadi lebih mampu. Dan itu alasan mengapa pemain-pemain lama dalam bisnis sering digantikan oleh pemain baru yang lebih segar pendekatan bisnisnya.
Para ahli sering mempersulit proses belajarnya sendiri dengan selalu mempertanyakan keabsahan dan menuntut pembuktian sebelum mempertimbangkan penggunaan cara-cara baru.
Para pemula sering hanya menggunakan logika sederhana.
“Bila kedengarannya logis, mengapa tidak kita coba?”
Mereka bisa saja gagal. Tetapi bila mereka berhasil, maka cocoklah sudah julukan bahwa mereka adalah orang-orang yang mudah beruntung. Dan mereka menjadi lebih beruntung lagi, bila yang telah ahli tidak mencoba sama sekali.
Karenanya absennya pengalaman mengenai kesulitan dan kegagalan, para pemula menghadapi masalah apapun dengan keterbukaan yang ramah.
Dan itu memungkinkan untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Sedangkan mereka yang telah berpengalaman, membekali dirinya dengan pendapat bahwa jenis-jenis masalah tertentu akan sulit diselesaikan, atau bahkan tidak mungkin diselesaikan. Dan karenanya mereka menjadi cepat menyerah. ( Sumber: Becoming A Star oleh Mario Teguh)
Mereka masih lebih terbuka untuk mempelajari hal-hal baru, yang mungkin saja sebetulnya juga merupakan sesuatu yang baru bagi yang sudah berpengalaman.
Mereka menyambut pembelajaran dengan ramah, lebih cepat, dan lebih bersemangat daripada mereka yang telah berpengalaman.
Tidak seperti orang yang telah sering mengalami kesulitan dan kegagalan dalam sebuah bidang usaha, para pemula tidak memiliki rasakhawatir atau rasa takut yang sama. Atau bahkan mungkin mereka sama sekali tidak merasa khawatir atau takut.
Bila mereka gagal mencoba sesuatu, mereka tidak melihatnya sebagai kegagalan. Mereka selalu melhat dirinya yang belum bisa, yang belum ahli; sehingga kegagalan hanya menjadi tanda untuk memulai lagi dengan pendekatan yang lebih baik, tanpa berkecil hati.
Itu sebabnya mereka mencoba apa pun.
Dan karenanya,...
Keberuntungan lebih berpihak kepada yang kurang pandai tetapi banyak mencoba, daripada kepada mereka yang pandai tetapi tidak bertindak.
Pada saat orang-orang yang berpengalaman menolak cara-cara baru dengan kalimat-kalimat yang diawali dengan kata:
“Biasanya...”,
Para pemula akan mengatakan:
“Ooh...., begitu ya caranya?”
Dan dengannya mereka menjadi lebih mampu. Dan itu alasan mengapa pemain-pemain lama dalam bisnis sering digantikan oleh pemain baru yang lebih segar pendekatan bisnisnya.
Para ahli sering mempersulit proses belajarnya sendiri dengan selalu mempertanyakan keabsahan dan menuntut pembuktian sebelum mempertimbangkan penggunaan cara-cara baru.
Para pemula sering hanya menggunakan logika sederhana.
“Bila kedengarannya logis, mengapa tidak kita coba?”
Mereka bisa saja gagal. Tetapi bila mereka berhasil, maka cocoklah sudah julukan bahwa mereka adalah orang-orang yang mudah beruntung. Dan mereka menjadi lebih beruntung lagi, bila yang telah ahli tidak mencoba sama sekali.
Karenanya absennya pengalaman mengenai kesulitan dan kegagalan, para pemula menghadapi masalah apapun dengan keterbukaan yang ramah.
Dan itu memungkinkan untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Sedangkan mereka yang telah berpengalaman, membekali dirinya dengan pendapat bahwa jenis-jenis masalah tertentu akan sulit diselesaikan, atau bahkan tidak mungkin diselesaikan. Dan karenanya mereka menjadi cepat menyerah. ( Sumber: Becoming A Star oleh Mario Teguh)








